KLASEMEN
Group
Team Play Poin
FRA 3 7
SUI 3 5
ALB 3 3
ROU 3 1
Team Play Poin
WAL 3 6
ENG 3 5
SVK 3 4
RUS 3 1
Team Play Poin
GER 3 7
POL 3 7
NIR 3 3
UKR 3 0
Team Play Poin
CRO 3 7
ESP 3 6
TUR 3 3
CZE 3 1
Team Play Poin
BEL 3 6
ITA 3 6
IRL 3 4
SWE 3 1
Team Play Poin
HUN 3 5
ISL 3 5
POR 3 3
AUT 3 1

Jerman Tunggu Prancis atau Islandia di Semifinal Tanpa 3 Pilar?

Jerman Tunggu Prancis atau Islandia di Semifinal Tanpa 3 Pilar
Sami Khedira (nomor 6) saat mengalami cedera paha di laga kontra Italia (UEFA)

BORDEAUX - Untuk sementara, Timnas Jerman lolos ke babak semifinal Piala Eropa 2016. Nantinya di empat besar, mereka akan menunggu pemenang pertandingan antara tuan rumah Prancis kontra Islandia.

Ya, der trainer Jerman, Joachim Loew, mengaku timnya sudah siap tempur bertarung di babak semifinal, baik melawan Prancis atau Islandia. Adapun partai empat besar akan berlangsung di Stade Velodrome, Marseille, Kamis (7/7) malam waktu setempat atau Jumat (8/7) pukul 02:00 dini hari WIB.

Akan tetapi, tugas berat tetap menanti Die National Elf di semifinal, baik itu menghadapi Prancis atau Islandia, yang baru akan bertanding pada Minggu (3/7) malam waktu setempat atau Senin (4/7) pukul 02:00 dini hari WIB.

Pasalnya, ada kemungkinan juara tiga edisi Piala Eropa itu tak bisa memainkan tiga pemain pilarnya. “Sudah jelas, Mats Hummels tidak bisa turun di semifinal karena mendapat kartu kuning kedua di turnamen ini. Sedang bagi Sami Khedira kondisinya agak berat. Dia mendapat cedera saat laga baru berjalan 15 menit.
Otot di pahanya bermasalah. Saya tidak yakin dia bisa pulih pada Kamis (semifinal). Lalu Mario Gomez juga mengalami problem otot, meski kami berhasil menarik dia keluar lebih awal,” tutur Joachim Loew seusai laga seperti dilaporkan situs resmi UEFA.

Meski begitu Loew menegaskan kalau Jerman masih membutuhkan der kapitan mereka, Bastian Schweinsteiger, walau di perempat-final hanya berstatus pengganti dan jadi salah satu eksekutor mereka yang gagal di adu penalti kontra Italia.

“Sudah pasti kami membutuhkan Bastian selama turnamen ini berlangsung. Dia bekerja keras dan amat penting memiliki pengalamannya di lapangan. Anda membutuhkan pemain bertipe berbeda dalam sebuah turnamen, karena akan ada peristiwa tak biasa yang bisa terjadi, seperti pemain cedera atau kena suspensi,” imbuh pelatih berusia 56 tahun tersebut.

(sbn)
dibaca 7.889x