KLASEMEN
Group
Team Play Poin
FRA 3 7
SUI 3 5
ALB 3 3
ROU 3 1
Team Play Poin
WAL 3 6
ENG 3 5
SVK 3 4
RUS 3 1
Team Play Poin
GER 3 7
POL 3 7
NIR 3 3
UKR 3 0
Team Play Poin
CRO 3 7
ESP 3 6
TUR 3 3
CZE 3 1
Team Play Poin
BEL 3 6
ITA 3 6
IRL 3 4
SWE 3 1
Team Play Poin
HUN 3 5
ISL 3 5
POR 3 3
AUT 3 1

Mampukah Griezmann Samai Prestasi Platini dan Zidane?

Mampukah Griezmann Samai Prestasi Platini dan Zidane
Striker Prancis Antoine Griezmann (kanan) merayakan golnya ke gawang Jerman di semifinal Piala Eropa 2016 di Stade Velodrome, Jumat (8/7/2016) dini hari WIB. | Daily Mail

MARSEILLE - Prancis berhak melenggang ke final Piala Eropa 2016 usai menundukkan Jerman di semifinal dengan skor 2-0. Keberhasilan itu tak lepas dari aksi menawan Antoine Griezmann.

Griezmann memborong dua gol kemenangan Les Blues di Stade Velodrome, Marseille, Jumat (8/7/2016) dini hari WIB. Selain menyumbang tiket final melawan Portugal, gelar top skor hampir pasti jatuh ke tangan striker mungil yang sejauh ini sudah mengoleksi enam gol. Striker Atletico Madrid itu cukup berpeluang merengkuh sepatu emas sebab unggul tiga gol dari Cristiano Ronaldo, lawannya di final nanti.

Keberhasilan Griezmann mengantar Prancis melenggang ke final dengan status tuan rumah, mengingatkan Prancis di era Michel Platini dan Zinedine Zidane. Ketika itu, Prancis sukses memboyong trofi Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998 berkat aksi dua pemain legendaris tersebut.

Di Piala Eropa 1984, Platini keluar sebagai legenda sepanjang masa timnas Prancis dengan torehan sembilan golnya. Pria yang kini sedang tersangkut skandal korupsi di FIFA, bermain gemilang sejak fase grup di mana menorehkan dua kali hat-trick ke gawang Belgia dan Yugoslavia.
Mampukah Griezmann Samai Prestasi Platini dan Zidane
Michel Platini di Piala Eropa 1984/Daily Mail

Aksi gemilang Platini berlanjut di semifinal melawan Portugal dan final melawan Spanyol di mana ia membukukan satu gol di masing-masing pertandingan. Akhirnya, Prancis memenangkan gelar turnamen besar pertamanya di Eropa plus Platini dinobatkan top skor.

Selanjutnya, Prancis menegaskan dominasi sepak bolanya di dunia saat tampil di Piala Dunia 1998. Zidane yang baru berusia 26 tahun, jadi pemain kunci ketika itu.

Sempat dapat kartu merah di penyisihan grup serta urung mencetak gol sepanjang turnamen, pemain muslim itu jadi pahlawan negara di final melawan Brasil dengan dua gol heroiknya, yang berbuah gelar juara. Meski bukan jadi top skor, Zidane tetap dianggap pahlawan bagi masyarakat Prancis.
Mampukah Griezmann Samai Prestasi Platini dan Zidane
Zinedine Zidane di Piala Dunia 1998/Daily Mail

Kini, Prancis kembali ke final di kandang sendiri berkat aksi menawan Griezmann. Pertanyaan pun muncul, bisakah Griezmann mengikuti jejak Platini dan Zidane yang mempersembahkan trofi bergengsi.

Griezmann pun merendah. "Saya cukup senang dengan gol tersebut, tapi saya masih jauh dari Platini," tuturnya singkat seperti dikutip Daily Mail.

Menarik ditunggu aksi Griezmann nanti. Andai berhasil membawa juara, artinya Griezmann sukses meneruskan tradisi pemain berbakat Prancis yang mampu mempersembahkan trofi bergengsi bagi negaranya, seperti Platini dan Zidane, di hadapan publik sendiri.

(bbk)
dibaca 4.202x