alexa snippet

Indonesia Soccer Championship A 2016

Djadjang Kaget, 8 Tahun di Persib Hariono Belum Pernah Cetak Gol

Djadjang Kaget, 8 Tahun di Persib Hariono Belum Pernah Cetak Gol
Pemain bertahan Persib Bandung Hariono menyudahi puasa delapan tahun tidak mencetak gol/Foto-foto/Koran Sindo/Dede Arip Rachman
A+ A-
BANDUNG - Pemain bertahan Persib Bandung Hariono menyudahi puasa delapan tahun tidak mencetak gol. Gol bersejarah pemain kelahiran 2 Oktober 1985 itu tercipta dari titik penalti saat Persib melumat Perseru Serui 6-2 dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (30/11/2016).

Hariono menjadi pemain Persib Bandung sejak 2008. Seiring pergantian pelatih dari waktu ke waktu, Hariono tetap menjadi pilihan utama di skuat Maung Bandung. Namun, menariknya, sejak bergabung bersama Persib, pemilik nomor punggung 24 itu tidak pernah sekalipun mencetak gol ke gawang lawan di kompetisi.

Catatan itu akhirnya pecah. Persib yang mendapatkan tendangan penalti saat injury time babak kedua, disambut Bobotoh (fans Persib) yang kompak meneriakkan nama Hariono. Itu jadi tanda permintaan agar eksekusi penalti dilakukan Hariono.

Setelah sempat menolak dengan memperlihatkan gestur tangan. Hariono akhirnya luluh setelah dibujuk Atep. Tony Sucipto yang sudah menempatkan bola di titik putih pun dengan sukarela menyerahkan posisi sebagai algojo pada Hariono.

Pria asal Sidoarjo itu menjawab harapan Bobotoh dengan tuntas. Bola hasil sepakannya bersarang mulus ke gawang Perseru. Gol itu menegaskan kemenangan Persib 6-2 atas sang lawan. (Baca juga: Drama 8 Gol Warnai Kemenangan Persib Bandung Atas Perseru Serui)

Bagi Bobotoh, gol itu bernilai sejarah. Sebab Hariono yang merupakan ikon Persib saat ini akhirnya bisa mencetak gol. Itu jelas jadi hal langka yang tak pernah terjadi selama delapan tahun.
Djadjang Kaget, 8 Tahun di Persib Hariono Belum Pernah Cetak Gol
Saat diminta komentar soal gol Hariono, pelatih Djadjang 'Djanur' Nurdjaman mengucapkan selamat. Dia pun menilai wajar Bobotoh berteriak kompak meminta Hariono jadi algojo penalti.

"Wajar karena memang Hariono menjadi idola Bobotoh. Mereka (Bobotoh) ingin memberikan apresiasi yang lebih pada Hariono untuk mencetak gol dari titik penalti," kata Djanur dalam konferensi pers seusai laga.

Djadjang tidak mempermasalahkan Hariono menjalankan tugasnya yang tak biasa sebagai eksekutor. Sebab selama ini, eksekutor penalti adalah Vladimir Vujovic, Sergio van Dijk, dan Tony Sucipto.

"Apalagi saat itu kita sudah menang cukup telak 5-2. Jadi buat saya tidak ada beban (penalti diambil Hariono). Saya pikir Hariono juga enjoy saja dan saya yakin betul Hariono juga akan melaksanakan tugasnya dengan baik," jelasnya.

Bek kanan Dias Angga pun ikut mengucapkan selamat pada Hariono atas golnya itu. "Selamat buat Mas Har, selama delapan tahun di Persib baru sekarang cetak gol," ucap Dias.

Penjelasan Dias itu langsung disambut Djanur dengan rasa kaget. Secara spontan Djanur bahkan langsung bertanya pada Dias dan wartawan yang ada di ruangan konferensi pers. "Hah? Belum cetak gol (selama delapan tahun di Persib)?" tanya Djanur.

Setelah diberikan penjelasan, Djanur akhirnya tahu bahwa gol itu memiliki nilai sejarah tersendiri. Ia bahkan kembali mengucapkan selamat untuk kedua kalinya. "Selamat kepada Hariono dan tentunya saya juga kaget Hariono belum pernah cetak gol, dan kebetulan bersama saya. Syukurlah, saya jadi kebawa juga," tutur Djanur.



(sha)
dibaca 22.925x
loading gif
Top