alexa snippet

Piala AFF 2016

Kemenpora Desak PSSI Jual Tiket Sesuai Kapasitas Stadion

Kemenpora Desak PSSI Jual Tiket Sesuai Kapasitas Stadion
Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S. Dewa Broto saat menemui demonstran yang menggeruduk kantor Kemenpora, Siang tadi / Dok. Kemenpora
A+ A-
CIBINONG - Dalam tiga hari terakhir ini Kemenpora cukup banyak menerima keluhan dari sebagian masyarakat mengenai sistem penjualan tiket pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2016 antara tuan rumah Indonesia melawan Vietnam di Stadion Pakansari Cibinong, Sabtu (3/12/2016). Keluhan ini sesungguhnya tidak boleh berulang seandainya PSSI maupun pihak-pihak terkait dalam sistem penjualan tiket belajar dari kejadian serupa yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya.

Mengenai penjualan tiket, Asosiasi sepak bola tertinggi Asia Tenggara (AFF) menunjuk Thai Ticket Major (TTM) sebagai rekanan penjualan tiket di semua pertandingan Piala AFF 2016. Termasuk untuk laga leg pertama semifinal Piala AFF 2016 antara Indonesia versus Vietnam.

Oleh karenanya, untuk mengantisipasi beredarnya tiket palsu semifinal Piala AFF 2016, TTM menerapkan strategi khusus. Dalam hal ini penjualan tidak dilakukan TTM langsung, tetapi dilakukan secara online lewat Kiostix.

Faktanya, pola penjualan tersebut tidak lancar sepenuhnya sehingga sempat menimbulkan kekecewaan dari banyak pihak. Di antaranya menimbulkan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Kemenpora, pada siang tadi.

Sebagai tindak lanjut dari sikap ini, Kemenpora telah menyampaikan surat keprihatinan kepada Ketua Umum PSSI No. 1268/D.IV/XII/2016 tertanggal 2 Desember 2016 perihal masalah tersebut.

Baca juga:
PSSI Pastikan Tak Ada Tiket Tambahan


Mengenai permasalahan tersebut, Kemenpora menyampaikan pernyataan keprihatinan sebagai berikut:


1. Mendesak PSSI untuk memperkecil peluang berkembangnya transaksi penjualan tiket yang sebagian di antaranya jatuh pada tangan calo-calo. Di banyak sektor jasa layanan masyarakat, hal tersebut bisa diatasi, dan demikian halnya yang harus dilakukan oleh PSSI.

2. Mendesak PSSI untuk menindak tegas oknum-oknum PSSI ataupun pihak-pihak tertentu yang diduga memungkinkan bergerak leluasanya sistem percaloan tiket.

3. Mendesak PSSI untuk tidak membiarkan buruknya pola penjualan tiket seperti itu, meskipun harus berkoordinasi dengan pihak lain baik internasional  maupun mitra lokal.

4. Mendesak PSSI untuk memastikan bahwa jumlah tiket yang dijual / disediakan adalah sesuai dengan kapasitas stadion tempat akan berlangsungnya pertandingan.

5. Mendesak PSSI untuk meminta pertanggungan-jawab pihak Kiostik yang secara teknis bertanggung-jawab dalam mekanisme penjualan tiket tersebut di Indonesia.

6. Menyadari bahwa sistem penjualannya secara online, PSSI harus mampu memastikan, bahwa kapasitas bandwidth yang tersedia pada saat hari-hari penjualan harus dilipatkan secara memadai dengan tujuan untuk menjamin konektivitas internet berfungsi secara optimal.

7. Mengingat bahwa pertandingan semifinal AFF pada tanggal 3 Desember 2016 merupakan tonggak awal pertandingan internasional pertama sistem home bagi Pengurus PSSI yang baru, maka Pimpinan PSSI dituntut untuk menunjukkan citra positif baik bagi aspek tata kelola pertandingan, keamanan, ticketing, perlindungan bagi tamu dari Vietnam dan AFF dalam konteks reformasi tata kelola sepakbola Indonedia yang lebih baik dan konstruktif.



(bep)
dibaca 4.908x
loading gif
Top