Makro

3 tantangan industri perbankan syariah

3 tantangan industri perbankan syariah
Ilustrasi

Sindonews.com - Walaupun sudah berjalan beberapa tahun lamanya, ternyata perbankan syariah masih memiliki banyak kendala. Apalagi jika dibandingkan dengan perbankan konvesional, tantangan semakin lama pun dinilai semakin berat.

Sekjen Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Achmad K Permana mengatakan, tantangan yang dialami industri perbankan syariah ini terjadi baik di internal maupun secara eksternal.

"Setidaknya ada 3 masalah yang membuat perbankan syariah belum bisa berkembang secara optimal," ujar Permana pada acara Bincang-bincang Ramadhan dengan tema 'Menguak Krisis Sumber Daya Insani di Perbankan Syariah' di D'consulate Cafe, Jakarta, Senin (13/8/2012).

Tantangan pertama, menurut Permana adalah dari sisi produk. Dirinya menuturkan, dari segi kuantitas produk syariah masih kurang banyak jika dibandingkan dengan konvensional.

"Akhirnya, market share perbankan syariah masih terbilang kecil bila dibandingkan dengan konvensional. Bila konvensional bisa menambah porsi market share dengan menambah pembiayaan, sedangkan market share perbankan syariah terbatas dengan skim angsuran," jelasnya.

Selanjutnya, adalah kesadaran nasabah bank syariah masih minim terhadap produk-produk perbankan syariah. Kecenderungan, menurutnya, nasabah hanya fokus kepada skim angsuran yang lebih baik bila dibandingkan dengan bank-bank lain, termasuk bank konvensional.

Dan yang terkahir adalah permasalahan minimnya sumber daya manusia (SDM) di bidang perbankan syariah. Di mana kondisi ini membuat terjadinya tarik menarik antar perbankan syariah dengan regulator serta perbankan konvensional.

"Cukup sulit bagi kita untuk recruitment fresh graduate. Karena, attitude, dan knowledge mereka belum mumpuni. Mereka masih bingung bila dihadapkan dengan istilah-istilah syariah," pungkasnya.

(gpr)

views: 1.361x
shadow