Jawa Timur

Wasiat Gus Dur, PKB tak boleh pakai fotonya

Nurul Arifin

Kamis,  2 Januari 2014  −  15:40 WIB
Wasiat Gus Dur, PKB tak boleh pakai fotonya
Ilustrasi (Dok SINDOphoto)

Sindonews.com - Meski sudah mendapatkan ultimatum keras dari Istri mediang Gus Dur, Sinta Nuriyyah Abdurrahman Wahid, tak membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bergeming. Buktinya, hingga saat ini masih banyak caleg dari partai tersebut yang memasang gambar Gus Dur dalam setiap balihonya.

"PKB tidak menghormati wasiat Gus Dur sebelum meninggal. Jika PKB menolak menghapus gambar/tulisan Gus Dur di baliho tanpa izin, berarti PKB dihinggapi perasaan rendah diri atau minder dalam menyongsong Pemilu 2014," kata Kordinator Jaringan Gusdurian Jawa Timur Aan Anshori, Kamis (2/1/2014).

Kordinator Presidium Jaringan Islam Anti Diskriminatif (JIAD) ini juga mendesak komitmen dari para caleg/parpol (terutama PKB) untuk menghormati wasiat tersebut. Bahwasanya Gus Dur menyatakan diri tidak berkenan gambarnya dipasang oleh PKB yang saat ini digawangi oleh Muhaimin Iskandar.

Meski demikian, Aan juga meminta kepeda segenap Jaringan Gusdurian Jawa Timur untuk tidak melakukan sweeping alat peraga kampanye yang memasang gambar Gus Dur. Ia meminta agar mengedepankan upaya-upaya hukum terkait persoalan tersebut.

Termasuk meminta kepada Institusi perizinan di tingkat Kabupaten/Kota agar tidak mengeluarkan izin pemasangan alat peraga kampanye yang memasang tulisan atau gambar Gus Dur tanpa izin tertulis dari Keluarga Ciganjur.

Karena tanpa izin itulah, baliho caleg yang memasang Gambar dan Kata-kata Gus Dur dianggap melawan hukum. Oleh karena itu Satpol PP setempat bisa menertibkan baliho-baliho tersebut.

"Jika para caleg/parpol mbalelo maka somasi akan dilayangkan pihak Ciganjur. Sekali lagi dengan memasang gambar Gus Dur berarti PKB minder menghadapi Pemilu 2014 karena tidak punya tokoh atau ruh," tandas Aan.

Sebelumnya, Istri mendiang KH Abdurrahman Wahid, Hj Sinta Nuriyah Wahid, dengan tegas menyatakan jika ada salah satu partai yang menggunakan gambar almarhum suaminya itu sama dengan mencuri. Sebab, itu pernah diwasiatkan oleh Gus Dur sendiri, sebelum wafat.

Karena itu dia meminta siapa saja, atau lembaga apapun untuk disomasi jika menggunakan gambar dan tulisan Gus Dur.

"Beliau berpesan, barang siapa yang menggunakan gambar dan kata-kata beliau, maka mereka berhak disomasi. Itu harus disomasi," jelas Sinta Nuriyah sambil menceritakan isi surat wasiat Gus Dur yang dibuat pada tahun 2008, pasca Gus Dur dilengserkan dari Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB.


(rsa)

views: 991x
shadow