Liga Indonesia

Evaluasi tumpulnya striker Timnas U-22

Selasa,  11 September 2012  −  07:08 WIB
Evaluasi tumpulnya striker Timnas U-22

Sindonews.com - Kendurnya daya dobrak tim nasional (timnas) Indonesia U-22 terlihat jelas saat ditaklukkan timnas Malaysia U-22, 0-1, lewat gol tunggal Reuben Thayaparan, Minggu (9/9). Walau banyak peluang yang dimiliki, semuanya hanya terbuang sia-sia karena buruk penyelesaian akhir timnas Garuda Muda.
 
Sebagai starter, juru taktik timnas U-22, Aji Santoso, menempatkan duet Riyanto dan Agung Supriyanto. Akan tetapi, Riyanto terlihat tidak bisa mengimbangi pergerakan Agung, yang memang sudah sering kali dipercaya Aji sebagai ujung tombak di beberapa laga uji coba.
 
Riyanto pun akhirnya ditarik Aji di pertengahan babak pertama, karena terlihat selalu kalah bersaing dengan para pemain belakang Harimau Muda, julukan timnas Malaysia U-22. Untuk menggantikan posisi Riyanto, Aji coba memasukkan penyerang jangkung, Abdul Rahman.
 
Masuknya pemain yang mencetak satu gol saat timnas U-22 berujicoba dengan Jakarta Matador FC (JMFC), 7-1, seolah cocok dengan skema serangan timnas Garuda Muda yang mengandalkan umpan-umpan silang. Benar memang, masuknya Abdul Rahman menambah daya dobrak timnas U-22 dan membuat barisan belakang Malaysia U-22 kerepotan.
 
''Kami mencoba memperbaiki satu sisi, tapi di sisi yang lain seolah bermasalah. Saya melihat alur bola masih kurang. Segi penyerangan juga, harus lebih diasah lagi. Masih banyak saya kira yang harus dibenahi,” ungkap asisten pelatih timnas U-22, Widodo C Putro.
 
Widodo sendiri mengaku heran dengan apa yang terjadi dengan sisi penyerangan timnas U-22. Padahal, dari dua laga uji coba yang dimainkan sebelum bertemu timnas Malaysia U-22, tim Garuda Muda selalu tampil trengginas. Di uji coba pertama melumat UMS, lima gol tanpa balas. Sementara uji coba kedua, melumat JMFC, 1-7.
 
“Itulah uniknya sepak bola. Awalnya kami merasa hal itu sudah cukup baik, tapi nyatanya masih saja ada kekurangan. Untuk itulah, kami mencoba untuk mempelajari lagi di mana masalahnya dan mencoba mencari lagi solusi terbaik,” terang pria yang juga mantan punggawa timnas Indonesia era 1990 tersebut.
 
Untuk sementara waktu, Widodo menerangkan jika semua pemain yang ada akan dikembalikan ke klub masing-masing terlebih dahulu. Dan nanti, di awal Oktober akan ada lagi pemanggilan. Tapi Widodo tidak bisa menjamin, apakah pemain-pemain yang ada saat ini akan terus dipertahankan.

''Soal itu, saya tidak bisa sampaikan saat ini. Pasti akan ada evaluasi antara tim kepelatihan. Dan hasilnya di waktu dekat bulan Oktober baru bisa disampaikan,” jelas Widodo.

Sementara itu, gelandang andalan tim Garuda Muda, Raysid Akbar menuturkan kenapa penampilan timnas U-22 seakan tidak maksimal dalam partai tersebut. Gelandang asal Makassar itu menilai, absennya beberapa pemain seperti Andik Vermansyah, Bima Ragil dan lainnya, cukup jadi kendala.
 
''Di pertandingan sebelumnya, biasanya ada Andik, Bima Ragil dan beberapa pemain lainnya, tapi dalam laga ini mereka tidak hadir. Adanya pemain-pemain baru tentu saja butuh adaptasi untuk bisa terbiasa,” jelas Raysid.
 


(aww)

views: 591x
shadow