Liga Spanyol

Real Madrid krisis lini depan

Minggu,  11 November 2012  −  08:06 WIB
Real Madrid krisis lini depan
Jose Mourinho / epa

Sindonews.com - Misi Real Madrid meraih poin penuh dari Levante pada laga di Estadio Ciudad de Valencia,hari ini,diganggu masalah.Los Blancos kehilangan pilar utama di lini depan.

Setelah kehilangan Karim Benzema yang cedera hamstring pada sesi latihan jelang laga Liga Champions kontra Borussia Dortmund,Entrenador Jose Mourinho juga dipusingkan terkaparnya Gonzalo Higuain. Dia mengalami nyeri otot pada pertandingan yang berakhir 2-2 tersebut. Mourinho mengaku bertanggung jawab atas cedera yang dialami Higuain dan Benzema.

Mantan arsitek FC Porto itu mengaku ingin menurunkan seluruh pemain terbaik saat menghadapi Levante. Sayang,yang terjadi justru sebaliknya. “Saya bertanggung jawab atas keadaan ini.Sebenarnya,saya ingin menurunkan Benzema saat berhadapan dengan Dortmund dan Higuain di bangku cadangan. Namun,Benzema mengalami cedera saat latihan dan Higuain hanya mampu bermain 30 menit.Mereka tidak akan ambil bagian saat Madrid berhadapan dengan Levante,” ungkap Mourinho,dilansir Bettor.

Meski harus kehilangan kedua pemain andalannya,Mourinho yakin timnya dapat mengatasi krisis di lini depan.Sebab,Madrid memiliki Cristiano Ronaldo.Sosok berjuluk CR7 itu dipercaya bisa mengatasi problem Madrid karena memiliki insting tajam. Bermain sebagai penyerang murni semestinya tidak terlalu sulit bagi CR7. Mantan bintang Manchester United tersebut pernah melakoni peran itu pada awal kebersamaannya bersama Madrid.

Pelatih Madrid kala itu,Manuel Pellegrini,menerapkan strategi ini menyusul rendahnya produktivitas Higuain dan Benzema. Kehadiran CR7 inilah yang membuat Madrid tetap diunggulkan pada laga nanti.

Penyerang Levante Obafemi Martins sadar hal itu.Tapi,dia percaya timnya mampu merepotkan tim tamu. Dengan dukungan penuh suporter, mantan pemain Newcastle United tersebut bertekad membantu Levante meraih poin penuh demi mempertahankan posisi di papan atas klasemen.


(wbs)

views: 842x
shadow