Top Figure

Zaha, Si Anak Ajaib yang jadi rebutan

Rabu,  5 Desember 2012  −  15:42 WIB
Zaha, Si Anak Ajaib yang jadi rebutan
Wilfried Zaha / zimbio

Sindonews.com – Penampilan winger Crystal Palace, Wilfried Zaha, mengundang perhatian publik sepak bola Inggris. Skill individu plus empat gol yang dia ciptakan pada musim ini, sanggup membuat beberapa klub besar Eropa kepincut padanya.
 
Manchester United, Manchester City, Real Madrid, Arsenal, dan Liverpool  menjadi klub yang bersaing mendapatkan jasa pemain berusia 20 tahun itu. Bahkan, Madrid dikabarkan siap merogoh kocek sebesar 20 juta poundsterling atau setara dengan Rp 280 miliar.
 
Tak hanya klub yang memperebutkan pemain berjuluk Wonder Boy atau Si Anak Ajaib itu. Timnas Inggris dan Timnas Pantai Gading juga berebut untuk mendapatkan servis Zaha. Pasalnya, dia memenuhi semua syarat untuk memperkuat salah satu dari dua negara tersebut.
 
Zaha sebenarnya lahir di Abidjan, Pantai Gading pada 10 November 1992 lalu. Namun saat menginjak usia 4 tahun, dia beserta keluarganya pindah ke Inggris. Kondisi tersebut membuatnya berhak mewakili timnas Inggris dan Pantai Gading karena menurut aturan FIFA pemain berhak memperkuat sebuah timnas  dimana pemain itu lahir atau tempat pemain itu tumbuh berkembang.
 
Untuk mendapatkan Zaha, timnas Inggris selangkah lebih maju dibandingkan Pantai Gading. Sejak usia 19 tahun pemain berkepala pelontos itu sudah membela timnas Inggris U-19.  Debutnya dibuat pada saat Inggris menghadapi Jerman pada Februari 2011. Tampil brilian di timnas U-19,  Si Anak Ajaib kembali dipanggil timnas Inggris U-21.
 
Performa menawan Zaha di musim ini membuat pelatih timnas senior Inggris Roy Hodgson memanggilnya. Da mendapatkan kesempatan memperkuat timnas senior saat menjalani laga persahabatan melawan Swedia pada 14 November lalu.
 
Meskipun telah memperkuat timnas senior, namun kesempatan Pantai Gading untuk mendapatkan Zaha masih belum tertutup. Pasalnya, laga menghadapi Swedia hanya bertajuk persahabatan dan bukan laga resmi. Menurut aturan FIFA seorang pemain masih bisa menentukan timnas yang ingin dia bela, asalkan pemain tersebut belum memperkuat timnas senior suatu negara dan menjalani laga resmi bersama timnas tersebut.
 
Mengetahui adanya peluang untuk keluar dari timnas Inggris, striker timnas Pantai Gading, Didier Drogba mencoba merayu Zaha untuk ikut bersamanya membela Pantai Gading. Hal tersebut diungkapkan oleh Zaha.
 
Di hadapkan oleh dua pilihan membuat pemain bernomer punggung 16 itu bingung. Namun dia mengaku akan segera memilih timnas mana yang akan dia bela.
 
’’Didier Drogba telepon saya dan jujur saja saya sangat terkejut. Dia adalah pria yang sangat rendah hati dan dia membicarakan tentang Pantai Gading,” ungkap Zaha seperti dikutip Goal, Selasa (13/11/2012)
 
’’Saya lahir di Pantai Gading, tapi saya tahu semuanya tentang Inggris. Kesempatannya 50-50 tapi saya harus memilih. Saya telah membela Inggris U-21 dan saat ini saya bersama Inggris. Saya akan membuat keputusan,” pungkasnya


(wir)

views: 2.093x
shadow