Liga Indonesia

PSSI Jateng bukan dibekukan, tapi dapat teguran

Rabu,  30 Januari 2013  −  18:06 WIB
PSSI Jateng bukan dibekukan, tapi dapat teguran

Sindonews.com - Pengrov PSSI Jateng menegaskan, tidak ada pembekuan dari PSSI Pusat. Yang ada hanya surat teguran. Hal itu membantah adanya kabar bahwa Pengrov PSSI Jateng dibekukan.

Berdasarkan surat yang dikirimkan oleh PSSI bernomor 167/PGD/08/1.2013, dan ditandatangi oleh Sekjen PSSI Halim Mahfudz hanya menyebutkan "teguran keras" tanpa ada embel-embel pembekuan.

Isi surat tersebut antara lain, menyatakan Pengrov PSSI Jateng melanggar pasal 3 ayat 4 jo pasal 9 jo 15 ayat 1 huruf (a). Serta telah mendukung organisasi yang diluar yuridikasi PSSI.

Sekum PSSI Jateng Johar Lin Eng saat dikonfirmasi mengaku, surat yang diterima pengrov hanya teguran dan tidak ada Pembekuan."Kata siapa dibekukan?, surat itu hanya teguran saja," ujarnya.

Dia mengaku, dengan hanya teguran, berarti PSSI Jateng masih tetap berjalan seperti biasa. Johar enggan untuk menyebutkan, alasan teguran tersebut. Namun berdasarkan surat teguran, diduga ada kaitannya dengan kehadiran Ketum PSSI Jateng Sukawi Sutarip dan Sekum Johar Lin Eng, ke stadian Jatidiri untuk menyaksikan pembukaan Divisi Utama Liga Indonesia yang mempertemukan PSIS Semarang dan PSCS Cilacap.

Pada saat pembukaan, bahkan Johar, nampak bersama petinggi-petinggi Liga Indonesia untuk menyalama pemain kedua kesebelasan sebagai pembukaan Divisi Utama.

 Sebagaimana diketahui, Sekjen PSSI Halim Mahfudz menyatakan, Pengrov PSSI Jateng pimpinan Sukawi Sutarip dibekukan, karena pengurusnya dianggap menjadi provokator mengajak para anggotanya agar keluar dari PSSI. "Surat itu sifatnya hanya teguran, sehingga tidak ada yang perlu ditanggapi," ujarnya.

Terpisah ketua Forum Pengurus Pengrov (FPP) Dwi Irianto saat diminta menanggapi mudahnya PSSI menjatuhkan sanksi, mengaku, tak mempermasalahkan lagi.

 Pasalnya, FPP yang beranggotakan 25 dari 33 Pengrov se Indonesia, termasuk Pengrov Jateng saat ini berpatokan sudah tidak mengakui kepengurusan Djohar Arifin.

FPP, sebelumnya memang menjadi salah satu pencetus digelarnya KLB Ancol pada 18 Maret 2012 yang memilih La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum.

"Jadi kalau sekarang kami anggap angin lalu saja. Karena kami kan memang sudah memilih ketua umum baru pada KLB Ancol," tegas Dwi Irianto yang juga Ketua PSSI DIY.

Dia menambahkan, berdasarkan data FPP, sejak PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Solo yang dipimpin Djohar Arifin Husin berkuasa pada 2011 lalu, sudah lebih dari 15 Pengprov yang dibekukan.

Pengprov yang sudah dibekukan di antaranya PSSI Jawa Timur, PSSI Jawa barat, PSSI DKI Jakarta, PSSI Bengkulu, PSSI Lampung, PSSI Sulawesi Selatan, PSSI Sulawesi Tenggara, PSSI DIY Yogyakarta, dan PSSI Kalimantan Timur.

 Sebagian besar Pengprov yang dibekukan tersebut memilih untuk melakukan gugatan ke Badan Arbitrasi Olahraga Indonesia (Baori) dan dimenangkan. "Jadi kalau ada teguran sudah hal biasa, toh sudah tidak dianggap," ujarnya.


(aww)

views: 680x
shadow