Liga Indonesia

Ngomporin, bos Persib gugat bos Arema

Sabtu,  1 Juni 2013  −  13:22 WIB
Ngomporin, bos Persib gugat bos Arema
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar/ Sindonews

Sindonews.com - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku akan melaporkan Manajer Arema Cronous Iwan Budianto ke PT Liga Indonesia. Menurutnya, sikap Iwan pada pertandingan Arema vs Persib di Stadion Kanjuruhan, Jumat (31/5), tidak pantas dilakukan seorang petinggi klub.

Laga tersebut memang berlangsung panas. Puncaknya terjadi saat insiden benturan Firman Utina dengan Egi Melgiansyah di akhir babak kedua. Melihat kejadian tersebut, Iwan Budianto diikuti beberapa official Arema langsung berlari mendekati lokasi tergeletaknya kedua pemain. Dari sisi lapangan, dia mengeluarkan teriakan yang tampak mengarah pada Firman dan wasit Handri Kristanto.

Meski pengadil lapangan mengganjar Firman dengan kartu merah, kericuhan tak reda begitu saja. Bahkan Umuh menyebut, Iwan kemudian melanjutkan kelakuan tak terpuji itu ke arah bench pemain Persib.

Hal tersebut membuat emosi ribuan Aremania yang menyaksikan langsung di stadion semakin tersulut. Imbasnya, aksi pelemparan ke arah bench dan para pemain Persib semakin banyak. Di tengah kondisi ricuh itulah Iwan terlibat adu argumen dengan Umuh.

"Akhirnya memang Iwan meluk-meluk minta maaf, tapi tetap saja tindakan dia tidak terpuji. Masuk ke lapangan, teriak-teriak ke bench, memprovokasi supporter mereka juga. Di Bandung saya selalu meredam Bobotoh jika situasi serupa terjadi. Dia malah mengompori, (provokasi)" kata Umuh di Hotel Regent's Park, Kota Malang.

Umuh juga menyayangkan aksi pelemparan yang berlanjut seusai pertandingan. Bus pengangkut skuad Pangeran Biru mendapat 'hadiah' berupa lemparan botol air mineral dan benda-benda lain saat hendak keluar area stadion. Beruntung tidak ada korban, bus pengangkut Sergio dkk pun tidak mengalami kerusakan berarti.

"Mulai dari saat kami di bench, sampai di bis, terus dilempari. Belum lagi malam sebelum pertandingan ada puluhan orang yang teriak-teriak memaki dari depan hotel. Saya hanya bisa menenangkan para pemain dan official, maut mah di tangan Tuhan. Itu kondisi kalah, apalagi kalau menang. Saya salut sama keberanian dan nyali skuad kita. Tapi sebagai pelajaran, saya tetap akan laporkan kelakuan Iwan ke Liga," kata Umuh.

Dia berharap, otoritas Indonesia Super League (ISL) bisa memberi sanksi terhadap oknum-oknum yang mengacaukan pertandingan kemarin. Hal itu, ujar Umuh, agar publik Bandung dan Jawa Barat tidak terpancing untuk melakukan aksi serupa saat Arema bermain di kandang Persib.

"Wasit juga harusnya memberi kartu pada Iwan, masa manajer dibiarkan masuk area lapangan. Semoga bisa ada keputusan sebaik mungkin. Karena bobotoh dan warga Bandung pasti memantau kejadian ini," pungkas Umuh.

Pelatih Fisik Persib, Dino Sefrianto juga mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, berbagai kejadian itu mengganggu konsentrasi skuad Pangeran Biru. "Aneh juga banyak yang teriak-teriak di depan hotel pas malam sebelum pertandingan. Teror-teror seperti itu kan mengganggu mental bertanding," ujarnya.


(wbs)

views: 2.505x
Bagikan artikel ini :
shadow