Pura-pura bikin Persibo tamat

Pura pura bikin Persibo tamat
Persibo'
A+ A-
Sindonews.com —Jika ada klub yang ‘sudah jatuh tertimpa tangga’, itulah yang dialami Persibo Bojonegoro saat ini. Klub kebanggaan masyarakat Kota Ledre yang menderita krisis finansial berkepanjangan, kini habis karena terkena dua sanksi sekaligus.

Sanksi pertama adalah tidak diperbolehkannya Persibo bermain di kompetisi unifikasi musim depan karena dikeluarkan dari keanggotaan PSSI, berdasar hasil Kongres Luar Biasa (KLB) 17 Maret silam. Sanksi kedua sekaligus teranyar adalah hukuman karena sengaja mengalah di pertandingan lawan Sunray Cave JC Sun Hei pada fase grup AFC Cup.

 Komisi Disiplin PSSI menyatakan sejumlah pemain Persibo sengaja berpura-pura cedera untuk menghindari kekalahan lebih besar. Pertandingan yang terpaksa dihentikan menit 65 karena Persibo hanya menyisakan enam pemain di lapangan sementara lainnya ditandu keluar.

 “Setelah pertandingan tak ada pemain cedera. Mereka malah tertawa-tawa.Untuk kasus pura-pura adalah penghinaan terbesar dalam dunia sepak bola,” kata Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan, Rabu (12/6) malam di Jakarta. Sanksi untuk persibo pun beragam.

Sejumlah pemain diganjar sanksi dua tahun larangan aktif di sepak bola, yakni Wahyu Teguh, Tri Rahmad Priadi, Bayu Andra Cahyadi dan Eka Angger Iswanto. Bijahil Chalwa yang dianggap kooperatif terhadap kasus inihanya  dihukum larangan setahun dengan masa percobaan lima tahun.

Bijahil yang berposisi sebagai striker, menurut keterangan Komdis membuka adanya arahan dari ofisial agar berpura-pura cedera. Tanpa ‘nyanyian’ dia, kemungkinan kasus ini bakal sulit dikuak karena tidak ada pemain maupun ofisial yang mengakui.

Sedangkan Didik Bagus Triyono, Sigit Meiko Susanto, Rendy Saputra, Panggah Wadyantara dan kipper Happy Kurniawan dihukum satu tahun dengan masa percobaan dua tahun. Hukuman ini lebih ringan karena mereka tidak berpura-pura cedera namun tidak mau terbuka terhadap kasus tersebut.

Hukuman paling berat berlaku untuk ofisial tim berjuluk Laskar Angling Dharma. Pelatih Gusnul Yakin, Asisten Pelatih Bambang Pramuji, Manajer Tim Nur Yahya, serta Media Officer Imam Nurcahyo dilarang aktif di dunia persepakbolaan seumur hidup.

Habis sudah perjalanan Persibo di sepakbola professional. Rencananya tim kebanggaan Boromania bakal melakukan banding terkait putusan tersebut. Tapi jika Komisi Banding menolak, maka semua elemen tim persibo dipastikan bakal habis.

Tanpa Imam Nur Cahyo dan Nur Yahya yang baru saja mengundurkan diri, Persibo sudah tidak bisa menggelar pertandingan home Indonesia Premier League (IPL). Itu belum termasuk ancaman kehabisan pemain karena yang terkena sanksi itu kini masih menjadi tumpuan tim Persibo.

Sejauh ini hanya Nur Yahya yang angkat bicara soal sanksi Komdis PSSI tersebut. Dia mengatakan akar berkoordinasi dengan CEO Persibo untuk melakukan banding untuk meringankan sanksi. “Yang saya pikirkan hanya nasib pemain,” ujarnya.


(wbs)
dibaca 2.502x

REKOMENDASI :

Top