Liga Indonesia

Persib pintar menekan

Minggu,  16 Juni 2013  −  17:33 WIB
 Persib pintar menekan
Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman / Sindonews

Sindonews.com  - Persib Bandung berhasil menekuk tamunya Sriwijaya FC pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2013 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin. Tak tanggung-tanggung, empat gol tanpa balas dilesakkan Hariono dkk ke gawang Laskar Wong Kito.

Kemenangan ini menjadi kian berharga bagi Persib dan Bobotoh. Tiga poin yang diraih kemarin sukses membuat Pangeran Biru naik peringkat ke posisi tiga klasemen sementara. Selain itu, performa apik Firman Utina dkk yang beberapa pertandingan sempat menghilang, kini kembali tampak.

Di laga kemarin, Persib langsung memulai laga dengan skema offensif. Umpan taktis satu-dua antara barisan tengah dan depan Pangeran Biru sukses memberi tekanan pada SFC. Peluang emas pertama tuan rumah diperoleh striker Hilton Moreira pada menit ke 10. Bermula dari free kick Tony Sucipto, Hilton menyambutnya dengan tendangan salto tepat di depan mulut gawang. Sayang bola tepat mengarah ke posisi kiper Rivky.

Lepas sepuluh menit laga berlangsung, Persib tidak mengendurkan serangan. Tekanan bertubi-tubi ke jantung pertahanan SFC terus berlangsung. Sergio van Dijk yang sudah dipastikan mendapat pengawalan ekstra, tampak lebih menahan diri di lapangan tengah. Dia membiarkan Hilton Moreira dan Firman Utina menusuk area pertahanan lawan. Bahkan beberapa kali Sergio justru menjadi penyuplai umpan matang ke kotak penalti SFC.

Namun kedisiplinan barisan belakang tim tamu ditambah gemilangnya penampilan penjaga gawang Rivky, mampu menyelamatkan timnya dari kebobolan. Mulai dari tendangan jarak jauh Hariono, hingga solo aksi Firman Utina dari sisi kiri, mampu diblok kiper Laskar Wong Kito.

Begitu pula dengan beberapa kemelut di depan gawang, kiper bernomor punggung 33 ini sukses mementahkan bola-bola liar. Saking derasnya tekanan dari Persib, Rivky sempat keluar dari sarangnya pada menit 35 untuk mengejar bola rebound. Bahkan dia terpaksa menjegal M Ridwan yang saat itu menguasai bola. Kartu kuning pun dihadiahkan wasit pada Rivky. Meski mendominasi, belum ada satu gol pun yang dicetak Supardi dkk untuk membuka keunggulan.

Baik Persib maupun SFC tidak mengubah komposisi pemain di babak kedua. Pemandangan sama kembali terlihat. Tekanan-tekanan dari Hilton cs terus mengurung para pemain tim tamu. Gol pembuka bagi Pangeran Biru akhirnya lahir di menit 57. Tendangan mendatar Sergio dari jarak jauh kali ini berhasil membobol gawang Rivky. Gol itu sekaligus melipat-gandakan semangat juang skuad Pangeran Biru.

Gol selanjutnya diciptakan Hilton pada menit ke 64. Bermula dari umpan terobosan Firman Utina, pemain bernomor punggung 8 ini mengarahkan bola ke tiang jauh. Pesta para Bobotoh berlanjut dengan gol M Ridwan di menit 73. Kesalahan back pass Diego Michiel membuatnya tinggal berhadapan dengan kiper SFC. Meski tendangan pertamanya mampu ditepis, namun bola kembali ke kaki Ridwan untuk disodorkan ke arah gawang.

Pemandangan berbeda terlihat di sepuluh menit terakhir pertandingan. Persib mengulur waktu dengan memainkan bola dari kaki ke kaki. Bahkan pertarungan kedua tim lebih terlihat seperti permainan 'kucing bola'. Beberapa skill olah bola dari para pemain Persib pun sempat terlihat. Sontak hal itu menjadi hiburan tambahan bagi puluhan ribu bobotoh di tribun stadion.

Skuad Pangeran Biru akhirnya memastikan kemenangan 4-0 melalui gol Sergio pada menit 89. Bola rebound hasil tendangan Airlangga Sucipto mendarat di kaki Sergio. Sempat terpeleset, pemain naturalisasi itu berhasil menendang bola ke gawang kosong.

Pelatih Persib, Djadjang 'Djanur' Nurdjaman mengaku puas melihat pertandingan ini. Bukan hanya hasil positif dan naik ke peringkat tiga yang disukurinya, tapi performa gemilang Abanda Herman dkk juga dinilai sebagai tontonan menarik.

"Para pemain menerapkan instruksi saya dengan pas. Saya puas secara permainan, bukan cuma puas dengan hasil akhir," ucap Djanur seusai laga.

Pemain Persib era 1980-an ini mengakui, lini pertahanan SFC sangat disiplin di babak pertama. Untuk meruntuhkan itu, maka salah satu jalannya adalah dengan menjatuhkan mental, yaitu sesegera mungkin membuka keunggulan.

"Saat istirahat, saya sampaikan pada pemain bahwa kami sudah berhasil menekan, tinggal mencetak golnya. Jika satu gol tercipta, maka akan muncul celah-celah lain di pertahanan mereka, sehingga kami bisa cetak gol tambahan. Dan ternyata itu terbukti," ujar Djanur.

Sementara Pelatih Sriwijaya FC,  Kas Hartadi mengakui Persib tampil baik. Beberapa kesalahan anak asuhnya bisa diefektifkan menjadi gol oleh Atep dkk.

"Ini kekalahan terbesar kami musim ini. Banyak peluang yang terbuang, di sisi lain Persib main bagus. Babak pertama pemain kami disiplin dan sesuai harapan saya, tapi babak kedua penampilan menurun, termasuk banyak kesalahan," kata Kas.


(wbs)

views: 1.309x
shadow