Oops

Dugaan Penggelapan Dana

PT PBB rencanakan serangan balik

Jum'at,  19 Juli 2013  −  14:24 WIB
PT PBB rencanakan serangan balik
Ilustrasi / Ist

Sindonews.com – PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) berencana mengambil langkah hukum balasan terhadap laporan Hamynudin Fariza.

Komisaris PT PBB, Kuswara S Taryono menyebut, tuduhan penggelapan dana sebesar Rp 1,6 milyar telah mengusik nama baik Persib Bandung. Bahkan muncul kesan bahwa kerjasama bisnis dengan klub kebanggaan Bandung dan Jawa Barat ini mengandung masalah.

“PT PBB sedang memikirkan langkah hukum dengan melaporkan balik Hamynudin Fariza. Kami merasa dicemarkan. ini semua menyangkut image klub di mata masyarakat, termasuk  fans dan rekan bisnis,” ucap Kuswara, yang dalam kasus ini juga berperan sebagai pengacara PT PBB.

Adanya tuduhan penggelapan dana, diakui atau tidak, bisa mengurangi minat perusahaan-perusahaan untuk menjadikan Persib sebagai partner investasi. Hal itu tentu bisa berimbas buruk bagi perkembagan Pangeran Biru dalam kancah sepakbola nasional. Apalagi, saat ini Persib telah sepenuhnya berstatus sebagai klub swasta, dan menjadi pelopor profesionalisme manajemen sepakbola.

“Saya sangat menyayangkan, seakan aa inestasi uang pada PT PBB yang bermasalah karena kami tidak menepati janji. Padahal kan sudah jelas itu bukan investor kami,” ucap Kuswara.

Diberitakan sebelumnya, Hamynudin Fariza melaporkan petinggi PT PBB kepada Kepolisan Daerah (Polda) Jawa Barat dengan tuduhan penggelapan dana Rp 1,6. Uang sebesar itu diklaim sebagai investasi agar Hamynudin terpilih sebagai Panitia Penyelenggara (Panpel) pertandingan kandang Persib di Indonesia Super League (ISL) musim ini. Namun, PT PBB membantahnya. Perusahaan penaung tim asuhan Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman ini menegaskan, uang tersebut merupakan pembayaran hutang Panpel musim sebelumnya, bukan investasi. Karena menurut Kuswara, Hamynudin merupakan investor United Work, Panpel Persib di musim lalu yang memiliki tunggakan pada PT PBB.

Hal serupa dilontarkan Manajer Persib, Umuh Muchtar. Menurutnya, tuduhan tersebut salah alamat. Seharusnya, Hamynudin menggugat United Work sebagai perusahaan yang dia percaya untuk berinvestasi, bukan PT PBB.

“Ini salah alamat, selama ini kami tidak pernah ada masalah dengan rekanan bisnis ataupun sponsorship. Saya juga tegaskan bahwa para pengurus Persib merupakan orang-orang yang sangat apik dalam mengurus organisasi. Saya harap masalah ini tidak mengganggu konsentrasi pemain, apalagi saat ini mereka sedang fokus memenangkan pertandingan di tour Kalimantan,” ucap Umuh


(wbs)

views: 1.189x
shadow