Dunia

Piala AFF U-19

Jalan terjal Garuda Muda menuju laga puncak

Sabtu,  21 September 2013  −  17:01 WIB
Jalan terjal Garuda Muda menuju laga puncak
Ilustrasi / SI

Sindonews.com — Perjuangan tim nasional (Timnas) Indonesia U-19 menuju final AFF U-19 Youth Championship 2013 sangat tidak mudah. Mengawali turnamen dengan bagus, kemudian sempat limbung dan performa menurun, lalu kembali bangkit dan mencapai partai puncak.

Indonesia tergabung di Grup B bersama Vietnam, Malaysia, Myanmar, Brunei Darussalam, serta Thailand. Grup ini disebut sebagai Grup Neraka karena berisi tim elit di Asia Tenggara. Sebutan itu terbukti benar karena kedua finalis, Indonesia dan Vietnam, berasal dari Grup B.

Vietnam dan Indonesia memiliki jalan yang berbeda di turnamen kali ini. Vietnam sudah panas sejak permulaan turnamen dan menghajar semua lawan-lawannya, termasuk Indonesia. Sedangkan Indonesia harus melewati fase penurunan sebelum kembali bangkit dan bisa memperbaiki performa.

Di bawah ini adalah jalan terjal yang dilalui Timnas Indonesia U-19 selama turnamen, yakni rekaman pertandingan yang telah dilalui Garuda mulai fase grup hingga semifinal;

-Mengalahkan Brunei Darussalam

Garuda Muda mengawali AFF 2013 dengan performa apik dan prospektif setelah menghajar Brunei Darussalam dengan skor telak 5-0. Walau lawan kelasnya jauh di bawah Indonesia sekaligus dengan persiapan minim, penampilan Maldini dkk sudah membius publik sepakbola Indonesia. Memperagakan sepakbola menyerang dan mengandalkan kecepatan tinggi, Indonesia seakan-akan sudah terlihat sebagai salah satu kandidat finalis. Bagaimana cara Maldini dan Ilham Udin membawa bola, sudah kelihatan anak-anak asuhan Indra Sjafri memiliki potensi untuk menjadi salah satu kontestan terbaik.

-Susah Payah Kalahkan Myanmar

Indonesia mengalami penurunan performa di pertandingan kedua. Bobot lawan yang berbeda membuat tim mengalami kesulitan dan hanya menang tipis 1-2 lewat gol Evan Dimas dan Putu Gede Antara. Kurang geregetnya permainan Indonesia di pertandingan kedua sudah diprediksi sebelumnya karena kualitas lawan jelas jauh berbeda dengan Brunei yang dibantai dua hari sebelumnya. Sentuhan dan kecepatan penyerang Garuda Muda di Stadion Petrokimia tidak lagi cemerlang. Dua gol yang tercipta bukan melalui sebuah skema serangan yang bagus dan lebih karena kesalahan pemain Myanmar.

-Ditaklukkan Vietnam

Grafik terendah Garuda Muda terjadi ketika menghadapi Vietnam di pertandingan ketiga di Gelora Delta Sidoarjo. Bermain buruk dengan stamina yang mulai kedodoran, kekalahan 2-1 sangat pantas diterima Indonesia. Mencetak gol cepat melalui Evan Dimas belum menjamin performa di menit berikutnya. Indonesia kehilangan visi bermain, hilang ketenangan, tertekan, dan memainkan bola-bola panjang dengan frustrasi. Pertandingan ini harus diakui mereduksi keyakinan publik terhadap kans Indonesia dalam mencapai partai puncak. Sebab lain yang dihadapi berikutnya juga tak kalah kuat.

-Bangkit Mengalahkan Thailand

Garuda Muda dengan brilian membuktikan kekalahan dari Vietnam hanya bagian dari proses menuju kemenangan. Benar saja, hattrick Evan Dimas merontokkan salah satu unggulan di Grup B, Thailand. Dibayangi kekhawatiran bakal melihat penampilan buruk seperti lawan Vietnam, supporter di Gelora Delta Sidoarjo dikejutkan dengan performa impresif di lapangan. Sebuah respons yang cerdas dari Indonesia sekaligus membungkam keraguan bahwa mereka mempunyai kesempatan kecil untuk lolos ke semifinal. Inilah titik balik Indonesia untuk bangkit di fase berikutnya.

-Imbangi Malaysia, Lolos Semifinal

Indonesia melanjutkan permainan apik ketika menghadapi Malaysia sekaligus penentuan ke semifinal. Hanya membutuhkan hasil imbang, Indonesia yang bermain kurang bagus di babak pertama dipaksa tertinggal 0-1 hingga paruh pertama laga. Di babak kedua Indonesia bangun dari tidur dan menunjukkan gairah lebih baik. Satu gol Ilham Udin bahkan sebenarnya rugi jika melihat banyaknya kesempatan yang diperoleh Garuda Muda. Walau mendapat pujian, Indonesia masih belum stabil selama 90 menit penuh. Paling tidak Evan Dimas dkk kurang gereget dalam memulai laga.

-Nyaris Sempurna, Tembus Final

Permainan Indonesia baru kembali bisa dinikmati kala mengalahkan Timor Leste dengan skor 2-0. Ini merupakan permainan terbaik Garuda Muda selama mengikuti turnamen dan bisa dikata nyaris sempurna. Mengambil kendali permainan, menciptakan banyak peluang, dan menang tanpa kebobolan. Sebuah performa yang mungkin menjadi salah satu permainan terbaik di semua level timnas Indonesia. Timor Leste yang tak terkalahkan di fase grup sebelumnya, diajari bagaimana bermain sepakbola. Patut ditunggu apakah Garuda Muda bakal mencapai peak performance saat menghadapi Vietnam di final, seperti diutarakan pelatih Indra Sjafri.


(wbs)

views: 1.695x
shadow