alexametrics
KLASEMEN
Grup
TeamPlayPoin
URU39
RUS36
KSA33
EGY30
TeamPlayPoin
ESP35
POR35
IRN34
MAR3-3
TeamPlayPoin
PRC37
DEN35
PER33
AUS31
TeamPlayPoin
CRO39
ARG34
NGA33
ISL31
TeamPlayPoin
BRA37
SUI35
SRB33
CRC31
TeamPlayPoin
SWE36
MEX36
KOR33
GER33
TeamPlayPoin
BEL39
ENG36
TUN33
PAN30
TeamPlayPoin
COL36
JPN34
SEN34
POL33
Photo
Ratusan Atlet Cilik Antre Daftar Audisi Bulutangkis Djarum
Video
Wali Kota Solo Terima Obor Asian Games

Hanya Mengugurkan Kewajiban

Koran Sindo
loading...
Hanya Mengugurkan Kewajiban
Tidak ada tim yang ingin berlaga di partai perebutan tempat ketiga. Duel ini terlalu menyakitkan untuk dimainkan, lantaran hanya panggung untuk pecundang yang gagal melangkah ke final.

Tak pelak, bagi Inggris dan Belgia, pertandingan ini tak lebih dari partai peng gugur kewajiban. Inggris menantang The Red Devils– julukan Belgia–di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, pada laga tempat ketiga dini hari nanti. Menjelang pertandingan, tidak tampak lagi semangat, hasrat menggebu-gebu, atau obrolan penuh gairah di basecamp Inggris di Cronwell Park Hotel Pepino, pinggir Kota Saint Petersburg.

Sang nakhoda Gareth Southgate juga gontai kala memberikan konferensi pers. Dengan segala kekuatannya, Southgate mengatakan bahwa The Three Lions– julukan Inggris–akan memberikan segalanya untuk menyelesaikan Piala Dunia dengan status juara ketiga. Namun, semua tahu apa yang sebenarnya terjadi dan dirasakan oleh Southgate dan para penggawa Inggris.

Mereka datang ke Rusia dengan status satu level di bawah Jerman, Argentina, atau Brasil. Namun, dengan penampilan meyakinkan plus rontoknya para raksasa sepak bola, harkat Harry Kane dkk pun melonjak. Pemain makin percaya diri, dan masyarakat negeri Ratu Elizabeth II pun optimistis pasukan Inggris bakal pulang membawa trofi supremasi sepak bola untuk kedua kali sejak 1966.

Namun apa daya, mereka di semifinal dijinakkan Kroasia. Bermain baik di babak pertama, Kane dkk keteteran di paruh kedua. Vatreni – julukan Kroasia–pun mampu menyamakan kedudukan dan memaksa perpanjangan waktu 15x2 dimainkan. Dan akhirnya, Mario Mandzukic merobek jala Jordan Pickford, dan memastikan tempat Kroasia di final menantang Prancis.

“Tentu kami kecewa. Ini sangat menyakitkan. Namun, saya bangga dengan pemain yang memberikan segalanya di semua pertandingan. Saya tidak menyalahkan siapa pun. Kini kami siap untuk pertandingan berikutnya (melawan Belgia),“ ujar Southgate. Luka Southgate semakin dalam lantaran ekspektasi di kampung halamannya sudah sangat besar.

Namun, salah satu veteran di skuat The Three Lions, Ashley Young, menegaskan peran media sangat besar di dalam hal ini. “Kami optimistis, namun gaungnya semakin besar karena tulisan media,” kata Young.

Coba bayangkan, baru juga dua kali berlaga di babak Grup G dengan melumat Tunisia 2- 1 dan menghancurkan Panama 6-1, pendukung Inggris di Rusia dan di negara asal mereka sudah menggembar-gemborkan lagu Football Coming Home.

Dan ketika The Three Lions melangkah kesemifinal, 10.000 suporter terbang ke Moskow, bergabung dengan pendukung Inggris yang sudah ada sejak awal Piala Dunia. Luzhniki Stadium pun menjadi lautan pendukung Kane dkk. “Inilah sepak bola. Kami bermain baik, dan tetap kami harus menerima (hasilnya, kalah dari Kroasia). Kami menginginkan berlaga di final lebih dari apapun,” ujar gelandang Inggris Eric Dier menjelang laga kontra Belgia. Meladeni The Red Devils ke mung kinan besar Soutgate bakal menyimpan Jordan Henderson dan menurunkan Eric Dier, sedangkan Danny Rose dan Marcus Rashford akan diberi kesempatan sebagai starting.

“(Dele) Alli akan bermain,” imbuh Southgate. Perih juga dirasakan armada Roberto Martinez. Belgia yang mendapat pujian di Rusia karena permainan agresifnya harus mengakui keunggulan Prancis di semifinal. Vincent Kompany dkk tak luk 0-1, hasil terjangan Samuel Umtiti.

Sepanjang Piala Dunia, The Red Devils bisa menghadirkan sepak bola yang menghibur, dengan mengedepankan agresivitas serta tidak menampilkan drama. Martinez mengatakan tidak akan menurunkan lapis dua saat meladeni Inggris dini hari nanti. Keduanya pernah bertemu di fase Grup C, saat itu Kompany dkk unggul 1-0 berkat gol Adnan Januzaj.

Kemenangan itu juga yang membuat Belgia lolos ke babak gugur sebagai juara grup. Pada pertandingan tersebut, Belgia berta rung dengan mayoritas pemain lapis dua. “Pertandingan akan berbeda dibanding pertemuan perta madi babak grup.

Semua akan berbeda. Kami bermain dengan suasana dan gairah berbeda,” ujar Martinez di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, kemarin. “Jika nanti ada perubahan dalam susunan pemain, itu hanya akan membuat tim ini lebih kuat,” sambung Martinez.
(don)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
PROFIL TIM
Hot Topic