alexametrics
KLASEMEN
Grup
TeamPlayPoin
URU39
RUS36
KSA33
EGY30
TeamPlayPoin
ESP35
POR35
IRN34
MAR3-3
TeamPlayPoin
PRC37
DEN35
PER33
AUS31
TeamPlayPoin
CRO39
ARG34
NGA33
ISL31
TeamPlayPoin
BRA37
SUI35
SRB33
CRC31
TeamPlayPoin
SWE36
MEX36
KOR33
GER33
TeamPlayPoin
BEL39
ENG36
TUN33
PAN30
TeamPlayPoin
COL36
JPN34
SEN34
POL33
Photo
Closing Ceremony Asian Para games 2018 Berlangsung Meriah
Video
Jendi Pangabean Persembahkan Emas Ke-24 untuk Kontingen Indonesia

Spasiba Russia, Ahlan Qatar

Hanna Farhana
loading...
Spasiba Russia, Ahlan Qatar
Rusia sukses menggelar Piala Dunia 2018 dan kini Qatar diharapkan bisa menggelar Piala Dunia 2022 lebih spektakuler lagi. Foto : REUTERS
MOSKOW - Tuntas sudah tugas Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Satu bulan penuh negeri Vladimir Putin menggelar pentas sepak bola teragung dengan tanpa cela.

Federasi Sepak Bola Dunia, si empu Piala Dunia, menobatkan Rusia sebagai host terbaik sepanjang sejarah event ini. Kini, semua mata tertuju pada Qatar, tuan rumah 2022. Spasiba Russia, Terima kasih Rusia, Ahlan Qatar, Selamat Datang Qatar.

Rusia menuntaskan tugasnya setelah menggelar partai puncak, yang menobatkan Prancis sebagai raja baru dunia. Pasukan Tim Ayam Jantan mematuk Kroasia 4-2 di final, di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (15/7/2018). “Terima kasih Rusia, dalam kurang lebih enam minggu telah menjadi rumah bagi kami. Rumah yang sangat indah, yang memberikan kami hasil luar biasa,” ujar nakhoda Prancis Didier Deschamps, saat berjumpa media setelah memastikan gelar juara dunia.

Presiden FIFA,  mengatakan kepada Presiden Putin pada gala dinner jelang final bahwa Rusia adalah penyelenggara terbaik Piala Dunia. “Ini adalah Piala Dunia terbaik. Piala Dunia ini telah membuktikan bahwa Rusia merupakan negeri pencinta sepak bola. Terima kasih Rusia yang telah menggelar Piala Dunia terbaik dalam sejarah,” ujar Infantino.

Selain mentasbihkan Les Bleus –julukan Prancis - FIFA juga memilih Spanyol sebagai tim paling fair play. Sedangkan Pemain Terbaik menjadi milik kapten Kroasia Luka Modric, posisi kedua Eden Hazard (Belgia) dan Antoine Griezmann (Prancis).

Sedangkan golden boot direbut Harry Kane (Inggris) yang mencetak enam gol. Namun sayang bomber Tottenham Hotspur itu tidak hadir saat menyerahan trofi. Di posisi kedua ada Griezmann yang merobek gawang lawan empat kali, dan di peringkat buncit mendai milik Romelu Lukaku (Belgia).

Kiper Belgia Thibaut Courtois terpilih sebagai penjaga gawang terbaik. Sedangkan Kylian Mbappe dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Sebagai juara dunia Prancis berhak membawa pulang hadiah sebesar USD38 juta sedangkan runner-up mendapat USD28 juta.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan empat tahun lalu di Brasil. Saat itu Jerman menerima USD35 juta, dan Argentina sebagai juara kedua diganjar USD25 juta. Belgia yang melumat Inggris 2-0 untuk mengamankan posisi ketiga meraup USD24 juta. Sementara pasukan The Three Lions  - julukan Inggris- mengantongi USD22 juta.

Untuk tim nasional yang finis di peringkat 5-8 masing-masing mendapat USD 16 juta. Posisi 9-16 menerima USD12 juta, dan peringkat 17-32 membawa pulang USD8 juta. Total hadiah yang dibagikan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) tahun ini mencapai USD400 juta, atau naik USD42 juta dibandingkan edisi 2014 silam.

Rusia dipuji lantaran minim kontroversi. Tidak ada kerusuhan antarsuporter, tak satupun pelaporan rasisme, semua berjalan lancar, tenang, dan teratur. Tak heran bila Piala penyelenggaraan Dunia Rusia 2018 disebut yang terbaik sepanjang sejarah.

Sejauh pengamatan KORAN SINDO di berbagai kota tuan rumah Piala Dunia, tidak ada pelaporan terkait tindakan merusak yang dilakukan suporter atau pun rasisme.  

“Sebelumnya saya khawatir. Tapi, ternyata tidak terjadi apapun. Saya merasa aman,” ujar pendukung Nigeria Ayoub kepada KORAN SINDO beberapa waktu lalu.

Komentar senada dilontarkan suporter Senegal Alioune Ndiaye awalnya khawatir bakal menerima berbagai pelakuan berbau rasisme di Rusia. Namun semua kecemasannya musnah dengan sendirinya. “Tidak sekalipun. Tidak ada lirikan mencurigakan dari warga Rusia, tidak ada nada yang merendahkan, mereka sangat welcome,” ujar Ndiaye yang memutuskan untuk tetap berada di Rusia meski Senegal telah angkat koper.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
PROFIL TIM
Hot Topic