KLASEMEN
Group
Team Play Poin
FRA 3 7
SUI 3 5
ALB 3 3
ROU 3 1
Team Play Poin
WAL 3 6
ENG 3 5
SVK 3 4
RUS 3 1
Team Play Poin
GER 3 7
POL 3 7
NIR 3 3
UKR 3 0
Team Play Poin
CRO 3 7
ESP 3 6
TUR 3 3
CZE 3 1
Team Play Poin
BEL 3 6
ITA 3 6
IRL 3 4
SWE 3 1
Team Play Poin
HUN 3 5
ISL 3 5
POR 3 3
AUT 3 1

Gagal, ramai-ramai mundur

Gagal ramai ramai mundur
Ilustrasi foto Blanc Dok : Daylife

Sindonews.com – Kegagalan mencatat prestasi menjadi alasan utama mengapa pelatih kontestan Piala Eropa 2012 memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Sementara beberapa nakhoda lain sudah mengungkapkan hasrat pergi sebelum turnamen digelar.

Selain Laurent Blanc yang tidak memperpanjang kontrak bersama Prancis, Sabtu (30/6), Bert van Marwijk (Belanda), dan Franciszek Smuda (Polandia) juga meninggalkan tugasnya menyusul kegagalan bersinar di Polandia- Ukraina. Jika Blanc masih bisa membawa anak buahnya melangkah ke fase gugur, tidak demikian dengan Van Marwijk dan Smuda. Partisipasi keduanya terhenti sejak putaran grup. Jejak Van Marwijk dan Smuda mirip dengan Dick Advocaat (Rusia) dan Slaven Bilic (Kroasia).

Namun, dua nama terakhir telah mengumumkan rencana berhenti terlepas performa pasukan masing- masing di Piala Eropa. Advocaat ke depannya akan menangani PSV Eindhoven, sedangkan Bilic menakhodai Lokomotiv Moscow. Mundurnya pelatih merupakan salah satu dampak selepas penyelenggaraan turnamen besar. Maklum, event itu adalah kesempatan satu-satunya bagi mereka untuk merebut gelar. Jika gagal, kinerja para arsitek itu pasti dievaluasi. Contohnya pada Piala Dunia 2010.

Ketika itu ada 19 pelatih yang mundur selepas event di Afrika Selatan (Afsel) atau 50% lebih dari peserta. Daftarnya mencakup Javier Aguirre (Meksiko), Raymond Domenech (Prancis), Carlos Alberto Parreira (Afsel), Diego Maradona (Argentina), Lars Lagerback (Nigeria), Huh Jungmoo (Korea Selatan), Otto Rehhagel (Yunani), Rabah Saadane (Aljazair), Marcello Lippi (Italia), Pim Verbeek (Australia), Radomir Antic (Serbia), Milovan Rajevac (Ghana),Takeshi Okada (Jepang), Paul Le Guen (Kamerun), Dunga (Brasil), Kim Jong-hun (Korea Utara), Sven- Goran Eriksson (Pantai Gading), Carlos Queiroz (Portugal), dan Reinaldo Rueda (Honduras).

Perubahan wajah manajemen besar-besaran juga terjadi seusai Piala Eropa. Karel Brueckner (Republik Ceko), Luiz Felipe Scolari (Portugal), Koebi Kuhn (Swiss), Josef Hickersberger (Austria), Roberto Donadoni (Italia), Marco van Basten (Belanda), dan Luis Aragones (Spanyol) memutuskan mundur pada Piala Eropa ke-13 sepanjang sejarah tersebut.


(wbs)
dibaca 624x