alexametrics

Pemain PSM Terpaksa Jadi Model Hingga Bikin Kue

loading...
Pemain PSM Terpaksa Jadi Model Hingga Bikin Kue
Pemain PSM terpaksa jadi model hingga bikin kue/Taufiq Sirajuddin/Sindophoto
A+ A-
MAKASSAR - Banyak cara dilakukan pemain PSM Makassar agar dapur tetap mengebul di tengah jatuhnya sanksi FIFA terhadap PSSI yang membuat kompetisi terhenti. Mereka banting setir mulai dari menjadi model hingga berjualan kue.

Pemain bek sayap kiri PSM Makassar Iqbal Samad mengungkapkan, tidak adanya kompetisi yang digulirkan tahun ini membuatnya siap untuk banting setir. "Sepak bola dibekukan, siap banting setir jadi model,"tulis Iqbal Samad di BlackBerry Messenger (BBM).

Langkah itu dilakukan oleh pemain 32 tahun tersebut lantaran hingga saat ini tidak ada kompetisi resmi yang diikuti oleh tim yang dibelanya. Meski demikian, dirinya mengaku saat ini belum ada aktivitas apa pun. "Belum ada cuma jaga kondisi saja,"ungkap dia.

Saat ini, memang sejumlah pemain tim Juku Eja memang harus mencari penghasilan lain setelah tidak ada kompetisi digulirkan tahun ini. Walau ada beberapa pemain yang tetap bergelut di sepak bola seperti membela tim amatir di kompetisi Pangdam Cup. Namun tidak sedikit mencari jalan sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh kiper PSM Makassar David Arianto, pemain asal Cilacap ini harus membantu mertua dan istrinya untuk membuat kue. "Saya cuma bantu siapkan, apalagi ini jelang Ramadan," kata dia.

Sementara itu, Direktur Klub PSM Makassar Sumirlan mengatakan, terkait dengan sanksi FIFA dirinya tidak tau siapa yang harus bertanggungjawab. "Siapa yang bertanggung jawab dengan masa depan pemain,"kata dia.

Dirinya mengingatkan, sebagai umat beragama mereka harus sadar bahwa saat ini memasuki Ramadan. "Pemain, pelatih dan yang hidup di bola, gimana mereka hadapi keluarganya pada bulan suci Ramadan karena mereka tidak punya kepastian hidup. Apa Menpora mau tanggung jawab menghidupi mereka,"tegasnya.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak