alexa snippet

Adam Alis Harapan Baru di Lini Tengah Singo Edan

Adam Alis Harapan Baru di Lini Tengah Singo Edan
Adam Alis jadi harapan baru di lini tengah Arema FC. Foto/Indonesiansc.com
A+ A-
MALANG - Jelang penutupan tahun 2016, Arema FC mendatangkan Adam Alis dari Barito Putera. Kepindahan sang pemain cukup mengejutkan sebab ia tidak pernah dikaitkan dengan kubu Singo Edan.

Pelatih Arema, Aji Santoso jadi aktor utama dari keberhasilan transfer ini. Sebab Adam Alis pernah dididik Aji saat memperkuat Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2015 lalu. Bermodal kedekatannya, pemain kelahiran Jakarta itu akhirnya setuju untuk hijrah ke Stadion Kanjuruhan Malang.

Banyak yang menyebut kemampuan Adam Alis mirip dengan Ahmad Bustomi, seniornya di Arema. Dirinya cukup tenang dalam menguasai bola. Ia juga pandai dalam memberikan umpan akurat dan bisa menyeimbangkan pergerakan dari lini belakang ke lini serang.

Adam Alis bahkan sangat rajin bergerak ke berbagai sisi. Sosok pemain seperti inilah yang sangat didambakan Aji. "Kami butuh pemain yang lebih punya power. Mau naik-turun dan agresif," ucapnya beberapa waktu lalu.

Saat ini Adam Alis baru menginjak usia 23 tahun. Usia tersebut tidak terpaut jauh dengan Ahmad Bustomi saat mengorbit di Arema Indonesia sekaligus membawa timnya juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 lalu.

Kini pamor Bustomi sudah mulai redup karena masalah cedera. Oleh sebab itu, Adam Alis jadi harapan baru di lini tengah Singo Edan.

"Dia memiliki teknik dasar yang bagus sebagai pemain. Pernah memperkuat tim nasional juga menjadi nilai plus. Tapi semuanya tergantung adaptasi dan upaya Adam Alis dalam mengembangkan kemampuannya di Arema. Melihat karakter dia, seharusnya dia bisa menaklukkan tantangan di Arema," ucap Aji Santoso, Jumat (30/12/2016).

Aremania tergolong 'keji' atau kritis ketika ada pemain yang tidak memberikan kontribusi besar pada tim. Lantas, apa yang harus dilakukan Adam Alis bersama Singo Edan? Dia tentu harus menyadari bahwa tuntutan di klub ini sangat tinggi. Ekspektasi besar membuat dirinya harus benar-benar fokus pada progres permainannya. Adam Alis harus melihat fakta dengan banyaknya pemain yang digadang-gadang berhasil, tapi justru gagal di skuat Arema. Karena itu eks pemain Persija ini tidak boleh menganggap dirinya bintang agar bisa beradaptasi dengan cepat dan merebut hati Aremania.



(bep)
loading gif
Top