alexa snippet

Liga Champions 2017/2018

Preview AS Monaco vs FC Porto: Membalas Sakit Hati

Preview AS Monaco vs FC Porto: Membalas Sakit Hati
AS Monaco punya urusan yang belum terselesaikan saat nanti menjamu FC Porto di Liga Champions. Foto/Istimewa
A+ A-
MONACO - Liga Champions musim 2003/2004 jadi salah satu momen menyakitkan bagi AS Monaco. Kala itu, impian jadi raja Eropa untuk pertama kali kandas lantaran dipermalukan FC Porto di final.

Saat itu, AS Monaco tanpa diduga bisa menunjukan kekuatannya. Dalam perjalanannya menuju final, wakil Ligue 1 itu sanggup menyingkirkan Lokomotiv Moscow, Real Madrid serta Chelsea. Ini membuka peluang untuk meraih gelar yang diimpikan.

Apalagi, ketika itu atau selama hampir empat musim belakangan, AS Monaco jarang meraih gelar bergensi. Ironisnya, harapan Les Monegasques hancur berantakan lantaran dihajar FC Porto tiga gol tanpa balas di Arena AufSchalke, Gelsenkirchen, Jerman pada 26 Mei 2004.

Sekarang, setelah hampir 13 tahun berlalu, AC Monaco akan berjumpa FC Porto untuk pertama kalinya lagi di partai resmi. Mereka akan bertarung di Stade Louis II, Rabu (27/9/2017) untuk melakoni partai kedua penyisihan Grup G.

Tentunya ini menjadi kesempatan bagi AS Monaco untuk balas dendam. Terlebih, tuan rumah butuh angka penuh lantaran ditahan RB Leipzig 1-1 pada partai pertama. Armada Leonardo Jardim perlu kemenangan agar bisa menyaingi Besiktas selaku pimpinan klasemen sementara.

AS Monaco punya kans besar membalas sakit hatinya pada FC Porto. Motivasi armada jawara Ligue 1 ini sedang tinggi karena bisa menutup periode suram. Sempat dipermalukan Nice 0-4 dan ditahan RB Leipzig 1-1, mereka menggilas Strasbourg (3-0) dan Lille OSC (4-0).

“Kami mengawali musim dengan baik, kecuali kekalahan dari Nice. Kami juga tampil bagus saat pra-musim. Kami punya skuat yang sangat kompetitif. Kemampuan mereka terus berkembang disetiap pertandingan,” ucap Jardim, dilansir laman resmi uefa.

Prestasi AS Monaco pada musim ini juga tergolong ciamik. Meski melepas sejumlah amunisinya seperti Bernardo Silva, Benjamin Mendy, Tiemoue Bakayoko hingga Kylian Mbappe, mereka bisa membukukan enam menang dan satu kalah di Ligue 1.

Terpenting, AS Monaco punya rekor kandang luar biasa, yakni terus menang selama lima jamuan resmi disemua kompetisi, itu termasuk melumat Olympique de Marseille 6-1. Sepanjang periode itu, mereka bisa menghasilkan 22 gol.

Perkasanya AS Monaco karena Radamel Falcao bisa menemukan kembali ketajamannya. Penyerang asal Kolombia berusia 31 tahun itu sudah menghasilkan 11 gol dari tujuh partai Ligue 1.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top