alexa snippet

Jelang Berakhirnya Tarian Samba Ricardo Kaka

Jelang Berakhirnya Tarian Samba Ricardo Kaka
Gelandang Orlando City FC, Ricardo Kaka. Foto/Daily Star
A+ A-
ORLANDO - AC Milan sangat beruntung pernah memiliki pemain sekelas Ricardo Izecson dos Santos Leite atau yang dikenal dengan panggilan Kaka. Dari 2003-2009, gelandang kebangsaan Brasil itu mampu memperlihatkan aksi terbaiknya dan turut mengantarkan I Rossoneri juara Serie A 2002/2003 serta Liga Champions 2006/2007.

Puncaknya, Kaka dianugerahi trofi Ballon d'Or pada 2007 yang mengukuhkan namanya sebagai pemain sepak bola terbaik sejagat raya. Semua keberhasilan itu ia raih dengan kerja keras, serta keyakinannya terhadap sang pencipta dimana ia selalu melakukan selebrasi khas usai mencetak gol sebagai tanda syukur terhadap Yang Maha Kuasa.


Namun tak lama lagi Kaka bakal mengilang dari pentas lapangan hijau. Selasa (10/10/2017) lalu, dirinya mengumumkan ingin gantung sepatu alias pensiun dari profesinya sebagai pesepakbola.

"Seperti yang Anda semua tahu. Kontrak saya dengan Orlando City FC berakhir tahun ini. Saya tak akan memperbaharuinya dan ini sudah menjadi keputusan final," ucap Kaka yang kini sudah berusia 35 tahun.

"Ini memang menyedihkan. Tapi ini merupakan bagian dari siklus dan masa kebersamaan saya dengan Orlando harus selesai tahun ini. Saya akan menghormati jersey klub sampai akhir kebersamaan. Satu-satunya hal yang saya tahu adalah, saya tak akan lagi menjadi pemain Orlandio City FC di tahun berikutnya," jelas Kaka yang dikutip dari Soccerway.

Sudah tiga tahun Kaka bermukim di klub Amerika Serikat tersebut. Sebelumnya ia merajut karier di Sao Paulo, AC Milan, dan Real Madrid. Namun masa keemasannya diraih saat ia memperkuat Milan selama enam musim.

Selain Ronaldinho, Kaka merupakan salah satu pemain Brasil yang memiliki gocekan khas Negeri Samba. Pecinta sepak bola tentu masih ingat saat seorang diri ia mengobrak-abrik lini pertahanan Manchester United di semifinal Liga Champions musim 2006/2007 lalu. Dengan kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar, Kaka saat itu berhasil menutupi kehebatan Cristiano Ronaldo yang juga sedang mencapai masa keemasannya di Manchester United.

Tapi mimpi buruk menghampirinya saat ia pindah ke Real Madrid. Kaka sangat sering mengalami cedera sehingga mempengaruhi gerak-geriknya di atas lapangan.



Kini pecinta sepak bola harus bersiap kehilangan salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki Brasil. Pemain sehebat Kaka akhirnya harus menyerah dan mundur dari pertandingan karena fisiknya tak lagi sekuat beberapa tahun lalu.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top