alexa snippet

Zlatan Ibrahimovic, Nietzsche, dan Ubermensch

Zlatan Ibrahimovic, Nietzsche, dan Ubermensch
ZLATAN Ibrahimovic menjadi sosok pesepak bola yang sangat disegani. Usia tua tidak menghalangi ambisi dan arogansinya yang luar biasa tinggi. Foto/IST
A+ A-
ZLATAN Ibrahimovic menjadi sosok pesepak bola yang sangat disegani. Usia tua tidak menghalangi ambisi dan arogansinya yang luar biasa tinggi. Bagaimana perjalanan sukses pria berdarah Bosnia itu?

Bukan kebetulan jika filsuf Friedrich Nietzsche dan pesepak bola asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, lahir pada bulan yang sama, Oktober. Nietzsche lahir pada 15 Oktober 1844. Setelah 137 tahun kemudian, tepatnya 3 Oktober 1981, Zlatan Ibrahimovic lahir di Kota Malmo, Swedia. Lebih dari satu abad sebelum Zlatan lahir, Nietzsche menulis buku Also Sprach Zarathustra. Di buku tersebut, Nietzsche menawarkan sebuah konsep manusia super atau dalam bahasa Jerman disebut Ubermensch.

“Lihatlah, aku mengajarkan Ubermensch kepadamu. Ubermensch adalah makna dunia ini. Biarkanlah kehendakmu berseru. Hendaknya Ubermensch menjadi makna dunia ini,” tulis Nietzsche.

Bagi Nietzsche, Ubermensch merupakan suatu bentuk manusia yang menganggap dirinya sebagai sumber nilai. Manusia yang telah mencapai Ubermensch adalah manusia yang selalu mengatakan “ya” pada segala hal dan siap menghadapi tantangan. Ubermensch adalah orang yang mempunyai sikap selalu mengafirmasikan hidupnya. Tanpa itu, Ubermensch tidak mungkin akan tercipta. Jadi, Ubermensch tidak pernah menyangkal atau gentar dalam menghadapi berbagai dorongan hidupnya yang dahsyat.

Nietzsche memang hidup di zaman yang berbeda dengan Zlatan, begitu juga konsep Ubermensch yang ditawarkan Nietzsche. Bisa jadi Zlatan tidak pernah membaca buku-buku ciptaan Nietzsche. Namun, saat diwawancarai sebuah majalah ketika hendak bertanding melawan Galatasaray di salah satu pertandingan Liga Eropa pada 2016, Zlatan sedikit berfilosofi soal kekuatan.

“Saya selalu yakin dengan kerja keras yang saya bangun. Itulah filosofi saya. Bekerja keras, berlatih keras hasilnya akan selalu positif. Kerja keras juga selalu menghadirkan keinginan berkuasa,” urai Ibra, panggilan akrabnya.

Meski demikian, tetap saja Ubermensch hanya dapat dicapai dengan seluruh kemampuan yang dimiliki manusia secara individual. Ibra pun memiliki semua persyaratan tersebut. Saat ini dia merupakan salah satu sosok pesepak bola dengan kemampuan yang sangat eksepsional. Dia layak disejajarkan dengan pemain sepak bola super lainnya, seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Sejak memulai karier sepak bola dengan Malmo FF, Ibra memang sudah menyiapkan diri menjadi sosok yang besar di dunia sepak bola.

“Dia seperti sangat siap untuk mendaki gunung saking siapnya,” ujar Tony Flygare, teman satu klub Ibra di Malmo FF dalam buku Once I Was Bigger Than Zlatan. Keinginannya yang sangat kuat, didukung bakat yang luar biasa, melahirkan arogansi tiada tara. Arogansi inilah yang membuatnya terlempar dari Barcelona. Di antara berbagai klub yang dia sambangi, Barcelona adalah klub yang tidak pernah dia mengerti. Ibra tidak mengerti ketika pelatih Barcelona waktu itu, Pep Guardiola, meminta dia agar tidak terlalu pongah.

Dia meminta Ibra tidak terlihat arogan karena arogan bukanlah karakter Barcelona. Ibra yang waktu itu masih berstatus newbie justru kebingungan dengan permintaan pelatihnya. Dia malah semakin kesal ketika Pep Guardiola meminta tidak mengendarai mobil Porsche ke Camp Nou. Dia hampir terlihat jijik ketika terpaksa mengendarai Audi, mobil yang diberikan Barcelona kepada setiap pemain, ke kamp latihan. Terbiasa sebagai seorang primadona, Ibra tidak mengerti dengan kondisi yang ditemuinya di Barcelona.

“Sejujurnya, tidak ada satu pun pemain yang bertingkah seperti seorang superstar dan itu sangat aneh. Messi, Xavi, Iniesta, semuanya terlihat seperti anak sekolah. Para pemain sepak bola terbaik di dunia berada di sana dan semua kepala mereka tertunduk. Aku sama sekali tidak mengerti, menggelikan,” tulis Ibra dalam buku I Am Zlatan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top