alexametrics

Mathieu Flamini, Pesepak Bola dengan Bisnis Ratusan Triliun

loading...
Mathieu Flamini, Pesepak Bola dengan Bisnis Ratusan Triliun
Pemain Getafe, Mathieu Flamini. FOTO/IST
A+ A-
MATHIEU Flamini disebut-sebut sebagai pesepak bola paling tajir di dunia. Dia mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi karena berhasil menjadi pengusaha sukses.

Pengurus dan staf klub Liga Inggris, Arsenal, yang bermarkas di Emirates Stadium selalu kehabisan kata-kata ketika melihat salah satu pemain mereka, Mathieu Flamini, datang ke stadion dengan setelan baju sangat rapi. Mereka bertanya-tanya kenapa pria kelahiran Corsica, Prancis, itu selalu datang ke Stadion Emirates. Padahal, saat itu tidak ada jadwal pertandingan Arsenal. Lebih mengherankan lagi Flamini, panggilan akrabnya, tampil dengan busana bak seorang pengusaha.

"Mereka tidak tahu kalau saat itu saya sudah memulai berbisnis. Tidak hanya mereka, keluarga saya juga tidak tahu sama sekali," ujar Flamini.

Perubahan yang terjadi pada Flamini sudah terjadi ketika Arsenal menjual Flamini ke klub Liga Italia, AC Milan, pada musim transfer 2008. Saat berada di negara Menara Pisa itulah Flamini bertemu dengan seorang pengusaha bernama Pasquale Granata. "Saat itu, saya masih berumur 24 tahun dan sangat ingin mengaplikasikan sesuatu yang sangat saya sukai, yakni kepedulian pada lingkungan dan memiliki usaha di luar sepak bola," kata Flamini seperti dikutip situs Brunswickgroup.com.

Kebetulan Pasquale Granata memiliki visi yang sama. Keduanya kemudian bertemu dengan berbagai peneliti di Italia guna berdiskusi soal lingkungan. Dari situlah mereka bertemu dengan seorang peneliti yang memberitahukan akan asam levulinat. Peneliti tersebut mengatakan asam levulinat dapat diubah menjadi pentanol yang sangat mirip dengan bensin. Selain itu, pentanol bisa digunakan dalam berbagai proses kimia industri.

"Kami tidak mengatakan asam levulinat akan bisa menggantikan bensin. Kami melihat asam ini dapat digunakan oleh perusahaan minyak dan kimia guna menciptakan alternatif yang ramah lingkungan," kata pria kelahiran 7 Maret 1984 itu.

Sejak pertemuan tersebut, Flamini dan Granata langsung tertarik mengembangkan usaha itu. Mereka kemudian bersama-sama membuat perusahaan bernama GF Biochemical. G merupakan singkatan dari Granata dan F mewakili nama Flamini. Perlahan-lahan Flamini dan Granata membangun perusahaan tersebut dari awal. Flamini sendiri berusaha menutup rapat-rapat sepak terjangnya di bisnis tersebut dari teman bahkan keluarganya.

Setiap saat Flamini berusaha membagi waktunya antara bermain bola dan berbisnis. Tidak heran jika staf Arsenal di Emirates Stadium kerap kebingungan melihat Flamini yang sering datang dengan pakaian bisnis lengkap.

Baru pada 2015, Flamini langsung membuka tabir bisnis rahasia itu. Dia langsung mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa dia sudah memulai bisnis baru di bidang ilmiah. Masyarakat semakin terpukau begitu mengetahui Flamini memulai bisnis yang tidak biasa, yakni mengembangkan pengganti bahan bakar bensin.

Tiba-tiba saja berita kekayaan Flamini menyeruak. Dia dikatakan sebagai pesepak bola yang paling kaya di dunia mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Harta kekayaannya menurut Forbes mencapai USD48 miliar atau setara Rp649 triliun. Angka ini terasa nyata karena GF Biochemical yang dia bangun sudah memiliki kantor di Italia, Belanda, dan Amerika.

Pabrik mereka di Caserta, Italia, malah sudah siap memproduksi asam levulinat sebanyak 10.000 ton per tahun. Jumlah karyawan bahkan mencapai 400 orang. GF Biochemichhal bahkan sudah membeli sebuah perusahaan kimia Segetis yang ada di Amerika Serikat. Segetis memiliki teknologi yang bisa mengubah asam levulinat menjadi pentanol dan bentuk lainnya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak