alexametrics

Liga 1 2018

Mampukah Komdis PSSI Menjawab Tantangan Pelatih Persib?

loading...
Mampukah Komdis PSSI Menjawab Tantangan Pelatih Persib?
Pelatih Persib Mario Gomez menekankan kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4), merupakan pelanggaran dan pantas mendapat sanksi dari Komdis PSSI / Dok. SINDOphoto
A+ A-
BANDUNG - Sikap tegas dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI sangat ditunggu oleh pelatih Persib, Mario Gomez. Terhentinya pertandingan di Stadion Kanjuruhan akibat kericuhan suporter dinilai pelatih asal Argentina merupakan pelanggaran dan pantas mendapat sanksi.

Fanatisme Aremania terhadap klub kesayangannya terkesan kebablasan. Pribahasa yang menyebut bahwa satu kesalahan menutupi seribu kebaikan rasanya tepat dialamatkan kepada pendukung Singo Edan. Betapa tidak, stempel sebagai suporter terbaik yang pernah didapat di Piala Jenderal Sudirman 2016 seperti bertolak belakang terkait apa yang dilakukan Aremania.

Pemandangan inilah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam WIB, ketika ribuan penggemar Arema tiba-tiba masuk ke lapangan pertandingan ketika laga masih menyisakan tiga menit lagi. Pihak keamanan yang berjaga-jaga seperti tak kuasa menahan emosi Aremania.

Gomez mengaku, ia bisa memahami bagaimana panasnya laga ini. Namun, peristiwa kerusuhan penonton sangat tidak disukainya. Akibat kericuhan tersebut dia harus mendapat perawatan di bagian keningnya setelah terkena lemparan hingga berdarah.
 
"Ini adalah sepak bola. Tapi saya tidak menyukai ini (kerusuhan). Tapi, saya ingin tahu apa yang akan terjadi dengan Komite Disiplin," tegas Gomez seperti dikutip dari laman resmi Persib, Senin (16/4/2018).

Bukan hanya mengenai ulah brutal Aremania, Gomez pun ingin melihat ketegasan komdis kepada beberapa pemain Arema FC yang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan kepada para pemain Maung Bandung. "Supardi dihukum 4 pertandingan. Sekarang (kejadian di Stadion Kanjuruhan)? Takut apa? " kata Gomez.
(sha)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak