alexametrics

Piala Dunia 2018

Lothar Matthaus : Meksiko Bisa Jadi Sandungan Jerman

loading...
Lothar Matthaus : Meksiko Bisa Jadi Sandungan Jerman
Lothar Matthaus minta kepada Timnas Jerman untuk mewaspadai Meksiko yang diperkirakan akan jadi batu sandungan di Piala Dunia 2018. Foto : FIFA
A+ A-
MUENCHEN - Legenda hidup sepak bola Jerman, Lothar Matthaus mengingatkan juniornya untuk tidak jemawa. Mereka diminta mewaspadai Meksiko yang berpeluang menjadi sandungan Der Panser di Piala Dunia 2018 ini.

Jerman akan melakoni laga perdana Grup F melawan Meksiko pada 17 Juni di Luzhniki Stadium. Pertandingan ini teramat penting buat pasukan Joachim Loew. Duel ini terbilang berat karena Jerman sudah harus bertemu dengan tim tangguh di awal turnamen.

Matthaus sendiri ketika masih menjadi pemain pernah merasakan betapa sulitnya menjinakan Meksiko. "Saya suka gaya permainan mereka. Meksiko adalah sepak bola dan semua pemain mereka tahu persis apa perannya. Mereka dapat menyebabkan kejutan dan saya yakin mereka akan termotivasi untuk memberikan yang terbaik di Piala Dunia 2018, terutama ketika melawan Jerman," ungkap Matthaus kepada Bundesliga.

Untuk lolos ke Rusia, penampilan Meksiko di penyisihan CONCACAF juga terbilang luar biasa. Mereka menjadi juara grup dengan hanya sekali menelan kekalahan. Dari 16 pertandingan, Meksiko bisa meraup 37 poin.

"Meksiko mungkin bukan salah satu favorit tapi mereka bisa mengalahkan tim-tim favorit. Pada yang baik mereka bisa menang melawan siapa saja," beber Matthaus.

Menghadapi pertandingan pertama di turnamen besar kata Matthaus memang bukan perkara mudah. "Ini akan jadi pertandingan beat buat kedua tim. Kalau Anda kalah, Anda bisa merasakan tekanan begitu cepat, namun kalau menang Anda pasti senang. Kami pernah merasakannya di Italia pada 1990. Kami mengalahkan dari Yugoslavia dan semuanya terasa baik dari titik itu."
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak