alexametrics

Serie A Italia 2018/2019

Roma Kian Terpuruk, Pelatih Salahkan Pemain

loading...
Roma Kian Terpuruk, Pelatih Salahkan Pemain
Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco secara terbuka menyalahkan pemain-pemainnya setelah menelan kekalahan 0-2 saat dijamu Bologna/Foto/Twitter/AS Roma (@OfficialASRoma)
A+ A-
BOLOGNA - Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco secara terbuka menyalahkan pemain-pemainnya setelah menelan kekalahan 0-2 saat dijamu Bologna dalam lanjutan Serie A 2018/2019 di Stadio Renato Dall'Ara, Minggu (23/9/2018). Di Francesco menyebut pemainnya miskin tekad dan determinasi.

Dua gol dari Federico Mattiello di menit ke-36, dan Federico Santander (59), membuat Roma tercecer di peringkat 13 dengan lima poin, hasil lima laga. Sejauh ini, Roma baru mengemas satu kemenangan, sisanya dua imbang dan dua tumbang.


“Anda sepertinya berpikir sesuatu yang Anda sendiri tahu jawabannya. Jadi, apakah saya harus mengajukan pertanyaan? Kita selalu berbicara tentang angka, statistik, tetapi bukan tekad dan hasrat,” kata Di Francesco kepada Sky Sport Italia.



“Jika Anda memiliki 74% ball possession, dan kalah 0-2, itu berarti ada sesuatu yang hilang dalam sikap Anda. Jika Anda kalah setiap duel dengan Bologna, maka Anda belum cukup yakin."

“Saya benar-benar tidak dapat memberi tahu Anda sistem apa yang akan kami gunakan nanti, karena pertama dan terutama saya harus mencari pemain yang tepat dan kemudian bekerja dengan karakteristik mereka."

“Saya mencoba segalanya untuk menyadarkan mereka. Kami kehilangan gol dari beberapa meter saja hari ini. Kami memiliki 280 umpan silang dengan hanya Edin Dzeko di kotak penalti, sesuatu yang tidak saya inginkan."

“Mungkin para pemain begitu bersemangat untuk mencetak gol sehingga mereka tidak cukup tajam dalam pilihan mereka. Saya harus ubah. Saya harus ubah. Kami tidak memiliki soliditas pertahanan dan ini membawa kami ke performa yang memalukan."

“Hal yang membuat saya gila adalah bahwa musim ini kami memiliki lebih banyak waktu untuk berlatih di pramusim, tapi pelajaran defensif yang kami latih berulang kali itu hampir tidak ada dalam pertandingan."

“Inilah mengapa saya mencoba mengubah banyak hal. Kami punya tujuh pertandingan berturut-turut dan saya dapat mengubah sebelumnya karena tidak peduli berapa banyak pemain yang kami ubah, kami semua bekerja di arah yang sama."
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak