alexametrics

La Liga 2018/2019

Bisa Tempel Barcelona, Simoene Girang Bukan Kepalang

loading...
Bisa Tempel Barcelona, Simoene Girang Bukan Kepalang
Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone girang bukan kepalang setelah anak asuhnya bisa mengalahkan Bilbao sekaligus menempel ketat Barcelona. Foto : Soccerway
A+ A-
MADRID - Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone girang bukan kepalang setelah anak asuhnya bisa menempel Barcelona di puncak klasemen La Liga. Kemenangan atas Athletic Bilbao membuat raihan angka Atletico menjadi 23 atau hanya selisih satu angka dengan Barcelona.

Simeone pun menyebut atmosfer di Stadion Wanda Metropolitano, Miggu (11/11/2018) dinihari, sangat luar biasa. Bagaimana tidak, anak asuhnya sempat dibuat kerepotan dengan aksi pemain Bilbao yang bisa unggul lebih dulu lewat Inaki Williams menit 36.

Butuh waktu lama buat Atletico bisa menyamakan kedudukan. Dan Thomas akhirnya membuka asa setelah mencetak gol di menit 61. Sayang tiga menit berselang Inaki Williams kembali membuat tuan rumah tertinggal.

Gol kemenangan itu akhirnya datang juga di menit 80 melalui Rodri. Diego Godin di detik akhir bisa menyempurnakan kemenanangan. "Saya sangat senang dengan dukungan suporter. Suasananya sangat luar biasa," ucap Simeone dikutip ESPN.

"Kami telah memainkan pertandingan yang bagus dengan Borussia Dortmund (Liga Champions) di mana mereka bisa mengalahkan Bayern Muenchen di Bundesliga. Tapi kerja keras dan tidak pernah menyerah disertai usaha kami plus suasana yang sangat menonjol memberikan kami kemenangan. Suasananya sangat fantasti. Stadion ini luar biasa," ungkap pelatih asal Argentina itu.

Hal yang tak bisa dilupakan Simeone adalah ketika mempertahankan Godin. Padahal pemain ini sudah mengalami cedera saat mencoba menghalangi Inaki Willims saat mencetak gol kedua.

Ternyata keputusan Simoene itu jitu. Godin pun membayar lunas keputusan pelatihnya dengan mencetak gol penuntas.

"Saat Godin cedera, normal jika kami menariknya. Tapi kami kemudian menyuruhnya untuk bertahan. Sulit untuk menandai pemain yang baru saja berdiri. Pada 1970-an dan 1980-an hal ini lumrah dilakukan pelatih," pungkasnya.

(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak